3 Pertanyaan Wawancara Kerja yang Mengecoh dan Begini Menjawabnya

kirim-uang
Kirim Uang

Pertanyaan wawancara kerja kadang bikin kandidat geleng-geleng kepala. Ada yang sesuai dengan pekerjaan, tapi ada juga yang melenceng jauh bikin kita kebingungan.

Bahkan, ada juga lho pertanyaan yang sebenarnya pengin menjebak kandidatnya. Kalau salah jawab bisa-bisa malah ngebongkar keburukanmu. Jangan sampai hal ini terjadi saat kamu sedang diwawancara nih!

Berikut ini contoh beberapa pertanyaan wawancara kerja yang umum ditanyakan, tapi justru menjebak dan mengecoh jawabanmu, apa saja? Berikut tipsnya siapa tahu kamu besok atau minggu depan bakal ada interview kerjaan.

1. Bisakah kamu ceritakan tentang dirimu?

Tujuan dari pertanyaan wawancara kerja ini adalah buat mengetahui, seberapa cocoknya si kandidat dengan posisi yang tengah dilamarnya. Yang pengin didengar oleh pewawancara adalah bagaimana gaya berkomunikasi kamu serta keterampilan yang kamu miliki.

Apakah prestasi dan pengalaman yang kamu miliki berguna buat posisi tersebut atau tidak.

Nah, kebanyakan yang terjadi adalah kandidat justru menceritakan tentang kehidupan pribadinya. Ini biasa dilakukan oleh para pelamar kerja pemula.

Bukanya menceritakan pengalaman dan prestasi, mereka justru ngomongin soal keluarga, hobi dan lain-lain. Padahal si pewawancara gak kepengin tahu tentang kehidupanmu.

2. Sebutkan tiga kelebihan dan kelemahanmu

Sama dengan pertanyaan sebelumnya, pertanyaan ini juga ingin mencari tahu kecocokan kamu dengan posisi yang dilamar. Pertanyaan ini akan menggali lebih dalam apa kelebihanmu bisa menjadi aset bagi perusahaan ke depannya, dan apakah kekuranganmu bisa membuat perusahaan justru mengalami penurunan performa.

Ketika menyebutkan soal kelemahan, biasanya kamu akan terlalu berlebihan mengumbarnya ke pewawancara. Nah, jangan sampai kayak gini ya, karena biasanya sih ketika ditanya bagaimana mengatasi kelemahan itu, kamu malah kebingungan sendiri.

3. Kenapa kamu ingin bekerja di perusahaan ini?

Pewawancara penasaran sebenarnya apa sih motivasi kamu melamar di perusahaan ini. Dari pertanyaan ini juga mereka jadi tahu seberapa dalam kamu mencari tahu tentang perusahaan.

Kadang para kandidat sering terkecoh dan terlalu jujur buat menjawab beberapa alasan yang sebenarnya gak pengin didengar oleh pewawancara. Misalnya seperti, “Saya gak mendapatkan bayaran yang sesuai di kantor lama,” atau “Atasan saya galak di tempat saya bekerja,” atau jawaban lain yang menggambarkan keburukan kantor lama kamu.

Jawaban yang sebenarnya diharapkan oleh pewawancara adalah karena kecocokan kamu dengan perusahaan, atau sudah memahami industri perusahaan sehingga tertantang buat terlibat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *